Denpasar Institute Memberi Kesempatan Generasi Muda untuk Mengikuti Intership Program di Jerman

  • Dibaca: 257 Pengunjung

Suasana Penjelasan Program Jerman di sesi In-House Training oleh Denpasar Institute

Setelah sukses dengan program pendampingan dan asistensi proses Working Holiday Visa (WHV) ke Australia, Denpasar Institute (DI), mendatangkan rekanan dari Jerman, Herr Wolfgang Nickel, pimpinan tertinggi dari Ausbildung & Leben in Deutschland. Beliau hadir di Denpasar Institute untuk meyakinkan calon mahasiswa yang tertarik mengikuti program belajar sambil kerja di Jerman. Program ini tidak dipungut biaya karena ditanggung oleh pihak Jerman dan mahasiswa juga memperoleh uang saku mulai dari 500 Euro per bulan dari melakukan internship program (magang) di industri perhotelan di Jerman.

”Denpasar Institute (DI) adalah partner sah di Bali dan merupakan lembaga yang berhak memfasilitasi program ini. Ini menjadi apresiasi kami di Yayasan. Kami sangat kagum dan bangga dengan kinerja manajemen DI”, ungkap Dr. I Nengah Laba, selaku ketua Yayasan Guna Widya Paramesthi yang menaungi Denpasar Institute. Laba yang pernah mengenyam pendidikan di Sprachacademie Hanover, Jerman dan penerima beasiswa di Jade University of Applied Sciences, Jerman ini menambahkan bahwa syarat utama dari program ini adalah calon peserta wajib memiliki kemahiran bahasa Jerman minimal sertifikat level B1 yang distandarisasi oleh Goethe Institut. ”Untuk menunjang kinerja DI, yayasan juga mengembangkan LKPK INDOKOM (Indonesia Kompeten) sebagai lembaga konsultasi pendidikan dan karir yang bertugas membantu memberikan konsultasi kepada calon mahasiswa tentang sistem pendidikan di Australia, di Jepang dan di Jerman atau sekadar membantu orang tua mengarahkan jalur pendidikan anaknya sesuai talenta dan cita-citanya. Ini penting kami upayakan dan perlu dilakukan supaya ada kesamaan persepsi antara anak dan orang tua dalam memilih jenis pendidikan dan pelatihan,” jelas Dr. Laba yang sering memenangkan hibah penelitian kompetitif nasional dan hibah penulisan buku ajar tingkat perguruan tinggi dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

”Tiket pesawat, akomodasi, konsumsi dan transport lokal ditanggung oleh pihak Jerman. Peserta ausbildung akan berangkat ke Jerman dengan visa belajar dan mengikuti pembelajaran atau internship program bidang perhotelan di Jerman, papar Herr Wolfgang Nickel saat berada di Denpasar Institute. Dia menjelaskan bahwa pembelajar yang belum memiliki sertifikat bahasa Jerman Level B1 dapat mengikuti kursus Bahasa Jerman di Denpasar Institute sehingga lebih matang untuk studi lanjut dan melakukan internship program (magang) di industri perhotelan di Jerman.

  • Dibaca: 257 Pengunjung