Kenali Tata Krama Komunikasi Asynchronous untuk Hindari Kesalahpahaman

  • Dibaca: 13991 Pengunjung
  • |
  • 07 Desember 2023
  • |
  • Kontributor: Nimas Ayu

Contoh Komunikasi Asynchronous

Jakarta - Komunikasi merupakan suatu hal yang penting dilakukan untuk berinteraksi dengan orang lain. Dalam konteks komunikasi digital, terdapat cara berkomunikasi asinkron atau asynchronous yang dilakukan melalui berbagai media. Setiap berkomunikasi perlu memperhatikan tata krama, begitu pula dalam komunikasi asinkron ini. Untuk menjaga komunikasi yang baik kamu perlu mengetahui tata krama komunikasi asinkron dalam uraian berikut ini.

Apa itu Komunikasi Asynchronous?

Berdasarkan penggunaan jenis sarana komunikasi, komunikasi terbagi menjadi dua jenis komunikasi daring atau dalam jaringan. Salah satu jenis komunikasi daring tersebut yang kali ini dibahas adalah jenis komunikasi asynchronous atau asinkron.

Dikutip dari buku "Mengenal Ilmu Komunikasi" oleh Agus Hendrayady dkk, komunikasi asinkron adalah bentuk komunikasi di mana pesan atau informasi dikirim dan diterima oleh penerima dalam waktu yang berbeda.

Sehingga dalam komunikasi ini tidak ada keharusan untuk adanya interaksi langsung secara nyata antara pengirim dan penerima pesan.

Komunikasi asinkron terjadi ketika si pengirim pesan perlu menunggu tanggapan dari lawan bicaranya dalam periode waktu tertentu, sebagaimana dikutip dari buku "Komunikasi Digital untuk Konteks Profesional" oleh Alfelia Nugky Permatasari dkk.

Dalam konteks komunikasi digital, komunikasi asinkron sering dilakukan melalui surat elektronik atau email, pesan teks atau chat, forum online, atau platform kolaborasi tertentu.

Sifat Komunikasi Asynchronous

Komunikasi secara asinkron memiliki beberapa sifat yang bisa menjadi keunggulan maupun kekurangannya dalam konteks komunikasi. Berikut sifat-sifat dari komunikasi asinkron tersebut:

Waktu yang fleksibel

Komunikasi asinkron memungkinkan individu berkomunikasi tanpa batasan waktu yang ketat. Sehingga pesan dapat dikirim dan diterima kapan saja sesuai ketersediaan waktu pribadi.

Pemikiran lebih matang

Dalam komunikasi asinkron, penerima memiliki waktu lebih lama dalam memproses pesan atau informasi. Hal ini memungkinkan penerima untuk berpikir lebih lama atau menganalisis terlebih dahulu.

Meningkatkan produktivitas

Komunikasi asinkron memungkinkan individu tetap fokus pada tugasnya tanpa gangguan dari interaksi langsung yang membutuhkan waktu lama.

Waktu respons yang lama

Meski memiliki waktu yang fleksibel, namun waktu respon dapat memakan waktu yang lebih lama karena tidak ditanggapi secara langsung. Hal ini dapat menghambat proses lainnya yang perlu tindakan cepat.

Kurangnya komunikasi nonverbal

Komunikasi asinkron tidak dapat mengekspresikan nuansa dan ekspresi non verbal dalam komunikasi interpersonal.

Tata Krama Dalam Komunikasi Asynchronous

Komunikasi adalah kegiatan yang melibatkan dua atau lebih orang yang perlu memperhatikan tata krama atau etika. Tata krama berkomunikasi daring menjadi penting untuk menghindari adanya kesalahpahaman. Berikut contoh tata krama dalam komunikasi asinkron:

1. Gunakan bahasa yang baik dan sopan. Dalam berkomunikasi dengan orang tertentu, misalnya orang yang lebih tua atau memiliki jabatan lebih tinggi biasakan menggunakan bahasa yang formal.

2. Tidak menulis seluruh kalimat dengan huruf kapital. Dalam tata krama korespondensi elektronik, menulis seluruh kalimat dengan menggunakan huruf kapital berarti sama dengan berteriak atau marah.

3. Tidak menggunakan jenis huruf atau font yang beragam. Gunakanlah jenis huruf yang standar dengan ukuran yang pas untuk memudahkan penerima membaca pesan.

4. Penulisan subjek yang jelas. Dalam menulis pesan melalui email, gunakanlah subjek yang secara jelas dan dapat langsung dipahami oleh penerima email.

5. Apabila melalui email, perhatikan juga penerima CC dan BCC email. Dianjurkan untuk mengirim CC atau BCC berdasarkan hak membaca email yang dikirim tersebut.

6. Lebih baik jika segera menanggapi pesan yang diterima. Meski bersifat asinkron dan fleksibel, akan lebih baik jika beritahukan terlebih dahulu kepada pengirim pesan jika belum memiliki waktu untuk membalas pesan yang dikirimkan.

7. Tidak meneruskan pesan atau informasi yang tidak penting. Lebih baik jika pesan yang tidak penting dan bersifat pribadi untuk tidak disebarluaskan ke semua orang secara bebas.

Nah, itu dia penjelasan dan contoh tata krama dalam komunikasi asynchronous yang dapat dijadikan pedoman.

 

Sumber :

www.detik.com/edu/detikpedia/d-7075648/kenali-tata-krama-komunikasi-asynchronous-untuk-hindari-kesalahpahaman

 
 
  • Dibaca: 13991 Pengunjung
  • |
  • 07 Desember 2023