Pariwisata berbasis Desa: Desa Wisata untuk keberlanjutan Pariwisata Bali
Tjok Gde Romy Tanaya S.Sos, plt Sekretaris Disparbud Klungkung, mengenakan seragam coklat, berpose bersama tim PKPN dari kiri Dr. I Nengah Laba, Komang Astari, S.M, Cahyadi Wijaya, A.Md.Par., S.Tr.Par dan Dwija Suastana, S.H., M.H
Selama pandemi COVID-19, destinasi perkotaan di Bali seperti di kawasan kuta, nusa dua, sanur dan ubud mengalami penurunan kunjungan wisatawan baik lokal atau asing, namun yang menarik adalah di kawasan bali utara, terjadi pembangunan coffe shop yang masif di kawasan kintamani dan terbentuk pola kesadaran masyarakat bali utara akan efek pariwisata, sehingga banyak terbentuk desa-desa wisata dengan masing-masing daya tariknya yang unik, Menurut Tjok Gde Romy Tanaya, S.Sos, selaku plt sekretaris Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Klungkung "bahwasannya Klungkung sebagai kabupaten yang terkenal dengan ikon tukad unda, memiliki 19 desa wisata dan ada 3 desa wisata yang menurut data kunjungan mengalami peningkatan yakni desa wisata bakas, desa wisata kaan dan desa wisata paksebali"
“Kami senang tim Pusat Kajian Pariwisata Nusantara (PKPN) berkunjung dan berbincang terkait persoalan pariwisata di Klungkung, khususnya terkait Desa Wisata. Persoalan klasik yang masih belum terselesaikan dari dulu adalah memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat di Desa Wisata bahwasannya pariwisata ini harus mulai di kembangkan dan mulai di lirik sebagai salah satu potensi ekonomi kerayakatan" Tambah Tjok Romy.
Dalam audiensi tersebut, tim dari Pusat Kajian Pariwisata Nusantara mengparesiasi kabupaten klungkung melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Klungkung dalam memajukan pariwisata di kabupaten Klungkung
Beberapa hasil audiensi PKPN dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Klungkung:
Dr. Laba, Astari, Cahyadi dan Dwija tim dari PKPN menyampaikan apresiasi atas kesediaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Klungkung melalui Plt Sektretaris Tjok Gde Romy Tanaya, S.Sos dalam menerima audiensi ini dan mohon perwakilan dari dinas untuk menullis artikel di book chapter seri kedua yang digagas oleh PKPN Bali bekerjasama dengan Forum Penulis dan Penerbit Indonesia (FORPIN)
“Ke depan sinergi dan kerjasama perlu terus diupayakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa, agar desa dapat menjadi salah satu potensi pariwisata berbasis desa yang berkelanjutan,” harap Dr. Laba yang kesehariannya bekerja sebagai Dosen, Peneliti, Auditor dan Reviewer.
Di sela-sela diskusi, Dwija Suastana selaku Peneliti PKPN juga kembali menekankan agar keterlibatan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam pemetaan potensi desa wisata terus di tingkatkan dan terus di edukasi.
Selamat Memperingati Hari Paskah
Denpasar Institute Luncurkan Program Pengembangan Kompetensi Pendidik Berkelanjutan
Denpasar Institute Dorong Inovasi Pengembangan SDM Melalui Program Riset Terpadu
Menyalakan Api Inspirasi: Kolaborasi Denpasar Institute dengan Komunitas Lokal
Denpasar Institute Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan SDM Unggul
Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN
Pola Komunikasi Publik di tengah Pandemi Covid-19
TUMPEK LANDEP–LANDUHING IDEP: RESEARCH METHOD UNTUK MENJAGA KETAJAMAN INTELEGENSI DAN INTELEKTUAL
Pariwisata di Masa Pandemi Covid-19
SADHAKA SANG SISTA: TEMPAT MEMINTA AJARAN DAN PETUNJUK SUCI